Laman ini menunjukkan bagaimana cara mendefinisikan perintah-perintah dan argumen-argumen saat kamu menjalankan Container dalam sebuah Pod.
Kamu harus memiliki klaster Kubernetes, dan perangkat baris perintah kubectl juga harus dikonfigurasikan untuk berkomunikasi dengan klastermu. Jika kamu belum memiliki klaster, kamu dapat membuatnya dengan menggunakan minikube, atau kamu juga dapat menggunakan salah satu dari tempat mencoba Kubernetes berikut ini:
Untuk melihat versi, tekan kubectl version.
Saat kamu membuat sebuah Pod, kamu dapat mendefinisikan sebuah perintah dan argumen-argumen untuk
Container-Container yang berjalan di dalam Pod. Untuk mendefinisikan sebuah perintah, sertakan
bidang command di dalam berkas konfigurasi. Untuk mendefinisikan argumen-argumen untuk perintah, sertakan
bidang args di dalam berkas konfigurasi. Perintah dan argumen-argumen yang telah
kamu definisikan tidak dapat diganti setelah Pod telah terbuat.
Perintah dan argumen-argumen yang kamu definisikan di dalam berkas konfigurasi membatalkan perintah dan argumen-argumen bawaan yang disediakan oleh image Container. Jika kamu mendefinisikan argumen-argumen, tetapi tidak mendefinisikan sebuah perintah, perintah bawaan digunakan dengan argumen-argumen baru kamu.
command menyerupai entrypoint di beberapa runtime Container.
Merujuk pada catatan di bawah.Pada latihan ini, kamu akan membuat sebuah Pod baru yang menjalankan sebuah Container. Berkas konfigurasi untuk Pod mendefinisikan sebuah perintah dan dua argumen:
apiVersion: v1
kind: Pod
metadata:
name: command-demo
labels:
purpose: demonstrate-command
spec:
containers:
- name: command-demo-container
image: debian
command: ["printenv"]
args: ["HOSTNAME", "KUBERNETES_PORT"]
restartPolicy: OnFailure
Buat sebuah Pod dengan berkas konfigurasi YAML:
kubectl apply -f https://k8s.io/examples/pods/commands.yaml
Daftar Pod yang sedang berjalan
kubectl get pods
Keluaran menunjukkan bahwa Container yang berjalan di dalam Pod command-demo telah selesai.
Untuk melihat keluaran dari perintah yang berjalan di dalam Container, lihat log dari Pod tersebut:
kubectl logs command-demo
Keluaran menunjukan nilai dari variabel lingkungan HOSTNAME dan KUBERNETES_PORT:
command-demo
tcp://10.3.240.1:443
Dalam contoh sebelumnya, kamu mendefinisikan langsung argumen-argumen dengan menyediakan string. Sebagai sebuah alternatif untuk menyediakan string secara langsung, kamu dapat mendefinisikan argumen-argumen dengan menggunakan variabel lingkungan:
env:
- name: MESSAGE
value: "hello world"
command: ["/bin/echo"]
args: ["$(MESSAGE)"]
Ini berarti kamu dapat mendefinisikan sebuah argumen untuk sebuah Pod menggunakan salah satu teknik yang tersedia untuk mendefinisikan variabel-variabel lingkungan, termasuk ConfigMap dan Secret.
"$(VAR)". Ini
dibutuhkan untuk variabel yang akan diperuluas di bidang command atau args.Di beberapa kasus, kamu butuh perintah untuk menjalankan sebuah shell. Contohnya, perintah kamu mungkin terdiri dari beberapa perintah yang digabungkan, atau mungkin berupa skrip shell. Untuk menjalankan perintah kamu di sebuah shell, bungkus seperti ini:
command: ["/bin/sh"]
args: ["-c", "while true; do echo hello; sleep 10;done"]
Tabel ini merangkum nama-nama bidang yang digunakan oleh Docker dan Kubernetes.
| Deskripsi | Nama bidang pada Docker | Nama bidang pada Kubernetes |
|---|---|---|
| Perintah yang dijalankan oleh Container | Entrypoint | command |
| Argumen diteruskan ke perintah | Cmd | args |
Saat kamu mengesampingkan Entrypoint dan Cmd standar, aturan-aturan ini berlaku:
Jika kamu tidak menyediakan command atau args untuk sebuah Container,
maka command dan args yang didefinisikan di dalam image Docker akan digunakan.
Jika kamu menyediakan command tetapi tidak menyediakan args untuk sebuah Container, akan digunakan
command yang disediakan. Entrypoint dan Cmd bawaan yang didefinisikan di dalam
image Docker diabaikan.
Jika kamu hanya menyediakan args untuk sebuah Container, Entrypoint bawaan yang didefinisikan di dalam
image Docker dijalakan dengan args yang kamu sediakan.
Jika kamu menyediakan command dan args, Entrypoint dan Cmd standar yang didefinisikan
di dalam image Docker diabaikan. command kamu akan dijalankan dengan args kamu.
Berikut ini beberapa contoh:
| Image Entrypoint | Image Cmd | Container command | Container args | Command run |
|---|---|---|---|---|
[/ep-1] |
[foo bar] |
<not set> | <not set> | [ep-1 foo bar] |
[/ep-1] |
[foo bar] |
[/ep-2] |
<not set> | [ep-2] |
[/ep-1] |
[foo bar] |
<not set> | [zoo boo] |
[ep-1 zoo boo] |
[/ep-1] |
[foo bar] |
[/ep-2] |
[zoo boo] |
[ep-2 zoo boo] |
Laman ini menunjukkan bagaimana cara untuk mendefinisikan variabel lingkungan (environment variable) untuk sebuah Container di dalam sebuah Pod Kubernetes.
Kamu harus memiliki klaster Kubernetes, dan perangkat baris perintah kubectl juga harus dikonfigurasikan untuk berkomunikasi dengan klastermu. Jika kamu belum memiliki klaster, kamu dapat membuatnya dengan menggunakan minikube, atau kamu juga dapat menggunakan salah satu dari tempat mencoba Kubernetes berikut ini:
Untuk melihat versi, tekan kubectl version.
Ketika kamu membuat sebuah Pod, kamu dapat mengatur variabel lingkungan untuk Container-Container yang berjalan di dalam sebuah Pod.
Untuk mengatur variabel lingkungan, sertakan bagian env atau envFrom pada berkas konfigurasi.
Dalam latihan ini, kamu membuat sebuah Pod yang menjalankan satu buah Container.
Berkas konfigurasi untuk Pod tersebut mendefinisikan sebuah variabel lingkungan dengan nama DEMO_GREETING yang bernilai "Hello from the environment".
Berikut berkas konfigurasi untuk Pod tersebut:
apiVersion: v1
kind: Pod
metadata:
name: envar-demo
labels:
purpose: demonstrate-envars
spec:
containers:
- name: envar-demo-container
image: gcr.io/google-samples/node-hello:1.0
env:
- name: DEMO_GREETING
value: "Hello from the environment"
- name: DEMO_FAREWELL
value: "Such a sweet sorrow"
Buatlah sebuah Pod berdasarkan berkas konfigurasi YAML tersebut:
kubectl apply -f https://k8s.io/examples/pods/inject/envars.yaml
Tampilkan Pod-Pod yang sedang berjalan:
kubectl get pods -l purpose=demonstrate-envars
Keluarannya mirip seperti ini:
NAME READY STATUS RESTARTS AGE
envar-demo 1/1 Running 0 9s
Dapatkan sebuah shell ke Container yang sedang berjalan di Pod kamu:
kubectl exec -it envar-demo -- /bin/bash
Di shell kamu, jalankan perintah printenv untuk melihat daftar variabel lingkungannya.
root@envar-demo:/# printenv
Keluarannya mirip seperti ini:
NODE_VERSION=4.4.2
EXAMPLE_SERVICE_PORT_8080_TCP_ADDR=10.3.245.237
HOSTNAME=envar-demo
...
DEMO_GREETING=Hello from the environment
DEMO_FAREWELL=Such a sweet sorrow
Untuk keluar dari shell tersebut, masukkan perintah exit.
env atau envFrom akan mengesampingkan
variabel-variabel lingkungan yang ditentukan di dalam image kontainer.Variabel-variabel lingkungan yang kamu definisikan di dalam sebuah konfigurasi Pod dapat digunakan di tempat lain dalam konfigurasi, contohnya di dalam perintah-perintah dan argumen-argumen yang kamu atur dalam Container-Container milik Pod.
Pada contoh konfigurasi berikut, variabel-variabel lingkungan GREETING, HONORIFIC, dan NAME disetel masing-masing menjadi Warm greetings to, The Most Honorable, dan Kubernetes.
Variabel-variabel lingkungan tersebut kemudian digunakan dalam argumen CLI yang diteruskan ke Container env-print-demo.
apiVersion: v1
kind: Pod
metadata:
name: print-greeting
spec:
containers:
- name: env-print-demo
image: bash
env:
- name: GREETING
value: "Warm greetings to"
- name: HONORIFIC
value: "The Most Honorable"
- name: NAME
value: "Kubernetes"
command: ["echo"]
args: ["$(GREETING) $(HONORIFIC) $(NAME)"]
Setelah dibuat, perintah echo Warm greetings to The Most Honorable Kubernetes dijalankan di Container tersebut.
Laman ini menjelaskan bagaimana cara menginjeksi data sensitif, seperti kata sandi (password) dan kunci enkripsi, ke dalam Pod.
Kamu harus memiliki klaster Kubernetes, dan perangkat baris perintah kubectl juga harus dikonfigurasikan untuk berkomunikasi dengan klastermu. Jika kamu belum memiliki klaster, kamu dapat membuatnya dengan menggunakan minikube, atau kamu juga dapat menggunakan salah satu dari tempat mencoba Kubernetes berikut ini:
Misalnya kamu mempunyai dua buah data rahasia: sebuah nama pengguna my-app dan kata sandi
39528$vdg7Jb. Pertama, gunakan alat penyandian Base64 untuk mengubah nama pengguna kamu dan kata sandi ke dalam representasi Base64. Berikut ini contoh menggunakan program Base64 yang umum digunakan:
echo -n 'my-app' | base64
echo -n '39528$vdg7Jb' | base64
Hasil keluaran menampilkan representasi Base64 dari nama pengguna kamu yaitu bXktYXBw,
dan representasi Base64 dari kata sandi kamu yaitu Mzk1MjgkdmRnN0pi.
Berikut ini adalah berkas konfigurasi yang dapat kamu gunakan untuk membuat Secret yang akan menampung nama pengguna dan kata sandi kamu:
apiVersion: v1
kind: Secret
metadata:
name: test-secret
data:
username: bXktYXBw
password: Mzk1MjgkdmRnN0pi
Membuat Secret
kubectl apply -f https://k8s.io/examples/pods/inject/secret.yaml
Melihat informasi dari Secret:
kubectl get secret test-secret
Hasil keluaran:
NAME TYPE DATA AGE
test-secret Opaque 2 1m
Melihat informasi detil dari Secret:
kubectl describe secret test-secret
Hasil keluaran:
Name: test-secret
Namespace: default
Labels: <none>
Annotations: <none>
Type: Opaque
Data
====
password: 13 bytes
username: 7 bytes
Jika kamu ingin melompati langkah penyandian dengan Base64, kamu dapat langsung membuat Secret yang sama dengan menggunakan perintah kubectl create secret. Contohnya:
kubectl create secret generic test-secret --from-literal='username=my-app' --from-literal='password=39528$vdg7Jb'
Tentu saja ini lebih mudah. Pendekatan yang mendetil setiap langkah di atas bertujuan untuk mendemonstrasikan apa yang sebenarnya terjadi pada setiap langkah.
Berikut ini adalah berkas konfigurasi yang dapat kamu gunakan untuk membuat Pod:
apiVersion: v1
kind: Pod
metadata:
name: secret-test-pod
spec:
containers:
- name: test-container
image: nginx
volumeMounts:
# nama harus sesuai dengan nama Volume di bawah ini
- name: secret-volume
mountPath: /etc/secret-volume
# Data Secret diekspos ke Container di dalam Pod melalui Volume
volumes:
- name: secret-volume
secret:
secretName: test-secret
Membuat Pod:
kubectl apply -f https://k8s.io/examples/pods/inject/secret-pod.yaml
Verifikasikan apakah Pod kamu sudah berjalan:
kubectl get pod secret-test-pod
Hasil keluaran:
NAME READY STATUS RESTARTS AGE
secret-test-pod 1/1 Running 0 42m
Gunakan shell untuk masuk ke dalam Container yang berjalan di dalam Pod kamu:
kubectl exec -i -t secret-test-pod -- /bin/bash
Data Secret terekspos ke Container melalui Volume yang dipasang (mount) pada
/etc/secret-volume.
Di dalam shell kamu, tampilkan berkas yang ada di dalam direktori /etc/secret-volume:
# Jalankan ini di dalam shell dalam Container
ls /etc/secret-volume
Hasil keluaran menampilkan dua buah berkas, masing-masing untuk setiap data Secret:
password username
Di dalam shell kamu, tampilkan konten dari berkas username dan password:
# Jalankan ini di dalam shell dalam Container
echo "$( cat /etc/secret-volume/username )"
echo "$( cat /etc/secret-volume/password )"
Hasil keluarannya adalah nama pengguna dan kata sandi kamu:
my-app
39528$vdg7Jb
Definisikan variabel lingkungan sebagai pasangan key-value pada Secret:
kubectl create secret generic backend-user --from-literal=backend-username='backend-admin'
Tentukan nilai backend-username yang didefinisikan di Secret ke variabel lingkungan SECRET_USERNAME di dalam spesifikasi Pod.
apiVersion: v1
kind: Pod
metadata:
name: env-single-secret
spec:
containers:
- name: envars-test-container
image: nginx
env:
- name: SECRET_USERNAME
valueFrom:
secretKeyRef:
name: backend-user
key: backend-username
Membuat Pod:
kubectl create -f https://k8s.io/examples/pods/inject/pod-single-secret-env-variable.yaml
Di dalam shell kamu, tampilkan konten dari variabel lingkungan SECRET_USERNAME dari Container
kubectl exec -i -t env-single-secret -- /bin/sh -c 'echo $SECRET_USERNAME'
Hasil keluarannya
backend-admin
Seperti contoh sebelumnya, buat Secret terlebih dahulu.
kubectl create secret generic backend-user --from-literal=backend-username='backend-admin'
kubectl create secret generic db-user --from-literal=db-username='db-admin'
Definisikan variabel lingkungan di dalam spesifikasi Pod.
apiVersion: v1
kind: Pod
metadata:
name: envvars-multiple-secrets
spec:
containers:
- name: envars-test-container
image: nginx
env:
- name: BACKEND_USERNAME
valueFrom:
secretKeyRef:
name: backend-user
key: backend-username
- name: DB_USERNAME
valueFrom:
secretKeyRef:
name: db-user
key: db-username
Membuat Pod:
kubectl create -f https://k8s.io/examples/pods/inject/pod-multiple-secret-env-variable.yaml
Di dalam shell kamu, tampilkan konten dari variabel lingkungan Container
kubectl exec -i -t envvars-multiple-secrets -- /bin/sh -c 'env | grep _USERNAME'
Hasil keluarannya
DB_USERNAME=db-admin
BACKEND_USERNAME=backend-admin
Membuat Secret yang berisi banyak pasangan key-value
kubectl create secret generic test-secret --from-literal=username='my-app' --from-literal=password='39528$vdg7Jb'
Gunakan envFrom untuk mendefinisikan semua data Secret sebagai variabel lingkungan Container. Key dari Secret akan mennjadi nama variabel lingkungan di dalam Pod.
apiVersion: v1
kind: Pod
metadata:
name: envfrom-secret
spec:
containers:
- name: envars-test-container
image: nginx
envFrom:
- secretRef:
name: test-secret
Membuat Pod:
kubectl create -f https://k8s.io/examples/pods/inject/pod-secret-envFrom.yaml
Di dalam shell kamu, tampilkan variabel lingkungan Container username dan password
kubectl exec -i -t envfrom-secret -- /bin/sh -c 'echo "username: $username\npassword: $password\n"'
Hasil keluarannya
username: my-app
password: 39528$vdg7Jb